Sebelumnya, AS dan Iran telah menggelar putaran pertama negosiasi di Islamabad pada 11 hingga 12 April 2026, namun belum mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Sejumlah isu masih menjadi ganjalan, di antaranya terkait Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, serta hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium.
Terkait uranium Iran, Presiden AS Donald Trump, pada Kamis (30/4/2026) menegaskan bahwa AS akan mengamankan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran “dengan cara apa pun”. Iran saat ini diduga memiliki 400 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan 60 persen, ambang batas pengayaan yang hampir mencapai syarat menjadi bahan bom nuklir.
“Kami ingin mendapatkannya. Kami akan mengambilnya dengan cara apa pun. Kami akan mendapatkannya. Kami akan mendapatkannya atau kami akan mengambilnya. Mereka akan memberikannya kepada kami atau kami akan mengambilnya,” kata presiden AS itu di Gedung Putih. “Bahkan tidak akan sulit.”
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Pernyataan Trump disampaikan di tengah kebuntuan yang masih berlangsung antara AS dan Iran, ketika pembicaraan untuk mencapai akhir permanen konflik – yang saat ini berada dalam tenggat waktu yang diperpanjang oleh presiden AS – masih terhenti.
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), Rafael Grossi, Rabu (29/4/2026) mengatakan upaya verifikasi lembaganya terhambat oleh kondisi keamanan di lapangan. Ia menyebut para inspektur dijadwalkan mengunjungi fasilitas nuklir Iran yang baru diumumkan pada 13 Juni tahun lalu, namun serangan AS-Israel dimulai pada hari yang sama.
“Akses seharusnya dilakukan pada 13 Juni, pada hari dimulainya serangan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa waktu tersebut membuat inspeksi menjadi tidak mungkin dilakukan.
Grossi mengatakan badan tersebut sebelumnya memantau secara ketat persediaan besar uranium yang diperkaya di Iran sebelum konflik meningkat.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Kamis (30/4/2016) menegaskan bahwa Teheran akan melindungi pencapaiannya di sektor nuklir dan teknologi rudal. Hal itu diutarakan Mojtaba dalam peringatan Hari Teluk Persia.
“Sembilan puluh juta warga Iran dan rekan senegara yang berani dan alim di dalam dan di luar negeri, menganggap semua potensi asli, spiritual, manusia, ilmiah, dan industri, serta teknologi baru dan fundamental, dari nano- dan bioteknologi hingga teknologi nuklir dan roket sebagai kekayaan negara,” kata Khamenei dalam pidatonya.
