Mentan Amran Minta Dirut Bulog Izinkan Masyarakat hingga Pengamat Cek Ketersediaan Beras di Gudang Pemerintah

Ilustrasi beras Bulog
Ilustrasi beras Bulog
0 Komentar

MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog untuk mengizinkan masyarakat — termasuk awak media, pengamat dan guru besar dari berbagai universitas — untuk mengecek langsung ketersediaan beras yang ada di gudang-gudang pemerintah.

Hal ini dilakukan agar pengamat dan guru-guru besar yang tidak percaya dengan klaim swasembada beras dapat melihat langsung fakta di lapangan.

“Kami minta pada Dirut Bulog agar diberi ruang untuk seluruh teman-teman kita yang ingin melihat langsung. Bahkan aku lihat anak-anak SMA, mahasiswa, aktivis, masuk ke gudang,” katanya dalam acara Pengamat Menguji, Mentan Menjawab: Strategi dan Capaian Pertanian Diungkap di Gudang Beras, dikutip akun YouTube Kementerian Pertanian, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Amran melanjutkan, pencapaian swasembada adalah tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga, setelah swasembada beras tercapai artinya kerja keras yang dilakukan oleh seluruh pihak, tidak hanya pemerintah, juga sudah terbayarkan.

“Silakan masuk, silakan cek karena ini adalah tanggung jawab kita bersama. Ini adalah hasil kerja keras kita bersama,” ucap Amran.

Klaim Swasembada Beras Menurut FAO

Sementara itu, klaim swasembada beras tidak hanya datang dari data Badan Pusat Statistik (BPS) saja, melainkan juga didukung oleh data Food and Agriculture Organization (FAO) dan United States Department of Agriculture (USDA). Menurut perhitungan FAO, produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton. Sementara data USDA menyebut produksi beras Indonesia sebesar 34,6 juta ton pada 2025 – serupa dengan data BPS.

Keberhasilan Indonesia untuk mencapai swasembada ini tidak terlepas dari sejumlah program pertanian yang digalakkan pemerintah, mulai dari pompanisasi, perbaikan saluran irigasi, perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi, pembenihan, hingga cetak sawah. Peningkatan kesejahteraan petani pun menjadi hal lain yang tercapai dari perbaikan tata kelola industri pertanian ini.

“Sarana produksi baik. (Harga) Pupuknya dikurangi 20 persen. Irigasinya kita perbaiki. Pompanisasi. Kemudian HPP-nya kita naikkan. Petani bersorak dan menikmati ini. Seluruh Indonesia, 115 juta keluarga petani. Kesejahteraannya lebih baik. Tentu daya belinya naik,” tukas Amran.

0 Komentar