MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan terkait alasan pencopotan sejumlah pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan. Purbaya mengakui, perombakan posisi Dirjen Anggaran serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal dilakukan guna merapikan persoalan internal, termasuk adanya kebocoran informasi sensitif negara yang memicu kegaduhan publik.
Semula, Purbaya menyatakan bahwa rotasi kedua pejabat itu hanya proses penyegaran organisasi yang kerap terjadi dalam kurun waktu tertentu. Luky Alfirman dicopot dari jabatan Dirjen Anggaran. Sementara itu, Febrio Nathan Pasaribu dicopot dari jabatan Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal.
“Itu saya menjelaskan, itu hanya proses biasa. Biasa kita beberapa tahun putar, beberapa tahun putar. Jadi, enggak ada yang istimewa dari situ,” ucapnya saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Awak media kemudian bertanya apakah pencopotan kedua dirjen itu berkaitan dengan isu liar (noise) terkait Kemenkeu dan kebijakan-kebijakannya yang beredar di sosial media, Purbaya tidak memberikan jawaban pasti.
“Iya dan tidak. Iya, ada sedikit, tapi enggak itu aja [alasan pencopotan]. Ada yang lain-lain,” tuturnya.
Purbaya lantas menyinggung soal adanya kebocoran informasi dari Kemenkeu. Misalnya, soal uang negara yang bakal habis dalam tiga pekan ketika harga bahan bakar minyak (BBM) tidak kunjung turun, serta uang negara yang tersisa Rp120 triliun.
Kebocoran informasi lain, yakni terkait Purbaya yang digambarkan sebagai pejabat tertutup, tidak bisa bahasa Inggris, serta tidak dapat dipertemukan dengan investor.
“Tapi yang jelas selalu ada berita dari sini, dari Kementerian Keuangan yang beredar dari keluar. Yang pertama, katanya, uangnya cuma tiga minggu, habis. Terus sekarang, keluar lagi [uang negara] tinggal Rp120 [triliun],” ucapnya.
“Maksudnya, orang ngerti kan pasti [yang membocorkan informasi]. Terus yang gue agak heran, yang saya bilang tadi, informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup, enggak bisa bahasa Inggris, dan jangan kalau bisa jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan, katanya. Itu dari internal. Jadi, kita rapikan itu sedikit,” sambung dia.
Purbaya lantas menyatakan perbedaan pendapat antara pejabat di Kemenkeu merupakan hal yang kerap terjadi. Ia pun tak mempersoalkan perbedaan pendapat tersebut.
