Iran Eksekusi Mati Agen Mossad Mehdi Farid

Mehdi Farid
Mehdi Farid
0 Komentar

OTORITAS Iran menggantung seorang warganya yang dinyatakan bersalah dan terbukti menjadi agen dari badan intelijen Israel, Mossad, Rabu (22/4/2026). Itu menjadi hukuman gantung terbaru oleh Iran terhadap agen Mossad di negaranya.

“Mehdi Farid digantung pagi ini karena kerja sama yang luas dengan badan intelijen teroris Mossad setelah kasusnya diperiksa dan putusan akhir disetujui,” demikian laporan situs web Mizan Online milik pihak kehakiman Iran, dikutip laman Al Arabiya.

Menurut laporan Mizan, Farid memegang posisi di unit pertahanan sipil dalam sebuah organisasi sensitif. Dia telah menggunakan aksesnya untuk mengumpulkan dan mengirimkan informasi ke Mossad.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Mizan mengatakan, Ferid dinyatakan bersalah atas “kerja sama intelijen dan spionase untuk rezim Zionis”. Kendati demikian, Mizan tak melaporkan soal kapan Ferid ditangkap dan berapa lama dia menjalani persidangan.

Iran telah berulang kali menghukum mati agen Mossad di negaranya. Eksekusi terbaru terjadi saat Iran masih terlibat konflik dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Konflik dimulai ketika Washington dan Tel Aviv melancarkan agresi ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Korps Pengawal Revolusi Islam mengumumkan bahwa mereka telah berhasil melancarkan serangan rudal terhadap salah satu kantor pusat intelijen israel, Mossad di Tel Aviv.

Pada 7 April 2026, Iran dan AS menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan itu tercapai melalui mediasi yang ditengahi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Lewat kesepakatan tersebut, AS setuju menghentikan serangannya terhadap Iran. Sebagai gantinya, Iran harus membuka akses Selat Hormuz. Keputusan Teheran membatasi secara ketat lalu lintas kapal di selat tersebut telah melambungkan harga minyak dunia.

Iran setuju untuk membuka Selat Hormuz selama masa gencatan senjata. Namun lalu lintas kapal di perairan tersebut tetap harus dikoordinasikan oleh militer Iran.

Iran turut mengajukan 10 poin proposal gencatan senjata kepada AS. Isinya antara lain pencabutan sanksi dan pelepasan dana serta aset milik Iran yang dibekukan AS, pembayaran penuh kompensasi untuk biaya rekonstruksi akibat perang, dan penghentian total serangan, tidak hanya ke Iran, tapi juga Irak, Lebanon, serta Yaman.

0 Komentar