Dengan berbagai langkah strategis tersebut, baik kebijakan moneter, makroprudensial, maupun sistem pembayaran, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi bakal bergerak pada angka yang telah ditargetkan.
“Oleh karena itu, proyeksi kami bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2026 tetap berada dalam kisaran 4,9—5,7 persen. Inflasi juga akan tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen. Defisit neraca pembayaran 1,3—0,5 persen dari PDB. Pertumbuhan kredit juga akan mencapai 8—12 persen, serta nilai tukar akan terjaga stabil,” tegasnya.
