Purbaya Tolak Tawaran Utang Bank Dunia dan IMF: Mukanya Asem

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat bertemu dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat bertemu dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva. (IST)
0 Komentar

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran utang yang ditawarkan Bank Dunia (World Bank) serta Dana Moneter Nasional (International Monetary Fund/IMF) saat mengunjungi Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Menurut Purbaya, World Bank serta IMF menawarkan hingga puluhan miliar dolar AS untuk beberapa negara, termasuk Indonesia.

“Jadi, World Bank dan IMF nawarin pinjaman dua-duanya tuh saya punya uang 30 miliar dolar AS-40 miliar dolar AS, [bilang] kalau kamu mau pake boleh itu dibagai untuk beberapa negara yang membutuhkan,” ucapnya saat konferensi pers di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Merespons tawaran mereka, Purbaya mengaku Pemerintah RI masih memiliki dana saldo anggaran lebih (SAL) yang cukup besar, yakni senilai 25 miliar dolar AS atau setara Rp428.512.500.000.000 (Rp428,5 triliun).

Purbaya menilai, pihak IMF serta World Bank memberikan respons yang tidak mengenakkan saat penawaran itu ditolak. Ia menyatakan, pihak IMF maupun World Bank sejatinya berkeinginan agar Pemerintah RI berutang kepada mereka.

“Saya bilang sama dia, sekarang saya belum butuh karena saya sendiri punya persediaan hampir 25 miliar dolar untuk negara kita sendiri jadi aman. Wah, mukanya asem karena dia enggak bisa minjemin duit, enggak bisa dapet bunga tuh mereka,” urainya.

Meski begitu, Purbaya mengakui tidak menutup kemungkinan Pemerintah RI akan mengajukan utang kepada IMF-World Bank. Katanya, asal dikelola dengan baik, ekonomi Tanah Air juga bakal tergolong dalam kondisi aman.

Ia menyebutkan, Kemenkeu bakal berupaya memperbaiki ekonomi Tanah Air dengan skema pemungutan pajak yang lebih baik. Defisit kemudian perlahan bakal membaik.

“Kita akan perbaiki terus tax collection kita dan income-nya pinjaman pemerintah sehingga pelan-pelan nanti defisitnya akan kita tekan ke bawah,” tuturnya.

“Setelah dua tahun mungkin saya bisa lihat mungkin terjadi. Jadi, kita masih konsisten,” lanjut Purbaya.

0 Komentar