Ia menambahkan, hingga saat ini minat investor terhadap surat utang negara masih kuat, baik di pasar domestik maupun global. Hal tersebut tercermin dari tingginya incoming bid serta rasio bid-to-cover dalam lelang surat utang negara.
Ke depan, pemerintah memastikan akan tetap menjaga momentum pembiayaan yang sehat dengan memperluas basis investor serta memanfaatkan berbagai instrumen pembiayaan yang tersedia di pasar global.
“Dan sampai saat ini lelang masih cukup kuat, incoming bid cukup kuat, bid-to-cover ratio tinggi, bahkan kita dapat meng-upsize dari target indikatif, dan asing juga cukup supportive, baik di pasar primer lelang maupun di pasar sekunder,” tandasnya.
