Purbaya Pastikan Peringkat Kredit Indonesia dari S&P Terjaga hingga 2028

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Dok : Ist),
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Dok : Ist),
0 Komentar

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan peringkat kredit Indonesia dari lembaga pemeringkat global S&P tetap terjaga pada level investment grade dengan outlook stabil, setidaknya dalam dua tahun ke depan.

Kepastian tersebut diperoleh Purbaya saat melakukan pertemuan langsung dengan S&P di sela kunjungannya ke Amerika Serikat pekan lalu. Menurut Purbaya, dalam pertemuan tersebut, S&P secara terbuka menyampaikan hasil penilaiannya terhadap Indonesia kedepan.

“Intinya apa dia bilang? Rating kamu tidak berubah. Triple B, outlook, stabil. Wah, saya bilang terima kasih,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Itu artinya selama dua tahun depan rating peringkat kamu gak akan berubah,” tambah Purbaya.

Purbaya mengaku sempat terkejut dengan pernyataan tersebut, mengingat dinamika ekonomi global yang masih penuh tekanan. Namun, ia menilai hal itu mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Meski demikian, S&P tetap akan melakukan pemantauan berkala terhadap kinerja ekonomi Indonesia, termasuk memastikan konsistensi kebijakan yang dijalankan pemerintah. Pada Juni mendatang, kata Purbaya, tim S&P akan bertolak ke Jakarta untuk melihat kesesuaian penjelasan yang disampaikan Kementerian Keuangan dengan kondisi aktual terkait fiskal.

“Jadi, bukan untuk pembaruan. Untuk diskusi aja. Untuk melihat apakah kita menjalankan apa yang saya ceritakan pada waktu dengan konsisten sampai bulan Juni nanti. Tapi, ancaman-ancaman itu gak ada,” ujarnya.

Purbaya menilai stabilnya peringkat Indonesia tidak lepas dari kuatnya fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, perbaikan kinerja penerimaan negara, khususnya pajak, juga menjadi faktor penting yang mendapat perhatian positif dari S&P. Purbaya menyebut pertumbuhan pajak pada awal tahun menjadi sinyal kuat bagi investor dan lembaga pemeringkat.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat kinerja fiskal, termasuk dengan meningkatkan kepatuhan pajak dan menjaga defisit tetap terkendali, guna memastikan kepercayaan pasar tetap terjaga.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

“Kalau saya baca sinyal dia (S&P), dia bilang gitu. Artinya 2 tahun ke depan gak akan berubah. Peringkat yang mungkin bisa negatif tapi gak akan berubah. Peringkat triple B-nya. Artinya masih investment grade,” kata dia.

0 Komentar