MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan saat ini pemerintah RI tidak memiliki komitmen untuk membayar iuran kepada Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang mengawal transisi dan rekonstruksi Gaza. Adapun iuran bagi para anggota BoP dipatok sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17,14 triliun (asumsi kurs Rp 17.147).
Purbaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto sejak awal hanya berkomitmen mengirimkan pasukan dalam misi perdamaian tanpa ada janji pendanaan. Ia juga menegaskan tidak pernah menerima instruksi untuk menyiapkan anggaran terkait iuran BoP.
“Presiden selalu bilang, ‘enggak kita belum ada komitmen bayar.’ Dari pertama dia komit kirim pasukan, kita komit kirim pasukan, tapi gak ada komitmen bayar,” ungkap Purbaya kepada wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Ia juga enggan membayar iuran BoP terlebih untuk mendanai Israel. Purbaya juga menegaskan posisi pemerintah terkait hal ini jelas dan tidak berubah.
“Apalagi uang saya dipakai untuk Israel jadi itu nggak ada jadi saya tidak pernah menerima instruksi dari presiden untuk menyediakan uang untuk BOP dan presiden juga bilang kita gak pernah janji,” imbuhnya.
Sebelumnya, Prabowo juga menegaskan pemerintah Indonesia tidak pernah berkomitmen membayar iuran BoP yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Prabowo mengatakan dirinya tak pernah bicara komitmen soal uang iuran BoP bersama Trump.
“Jadi kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar. Tidak, tidak pernah,” ujar Prabowo dikutip, Minggu (22/3/2026).
