Militer FIlipina Tewaskan 19 Orang Diduga Anggota Kelompok Anti Pemerintah NPA

Anggota SOCO membawa mayat salah satu sisa NPA di Barangay Salamanca, Toboso, Negros Occidental pada hari Seni
Anggota SOCO membawa mayat salah satu sisa NPA di Barangay Salamanca, Toboso, Negros Occidental pada hari Senin (20 April 2026). Tentara Filipina mengkonfirmasi bahwa 19 pemberontak komunis tewas, termasuk pembunuh bayaran yang dicari Roger Fabillar, selama serangkaian bentrokan pada hari Minggu (19 April 2026). (Foto: Cheng Santillan)
0 Komentar

MILITER Filipina menyatakan telah menewaskan sedikitnya 19 orang yang diduga anggota kelompok bersenjata anti-pemerintah dalam bentrokan di wilayah tengah negara itu.

Insiden bentrokan terjadi pada Minggu pagi, 19 April 2026, di Toboso, Provinsi Negros Occidental.

Menurut laporan Kalinaw News yang dikutip Anadolu, Senin, 20 April 2026, para korban diduga merupakan bagian dari New People’s Army (NPA) yang terlibat dalam pertempuran dengan pasukan pemerintah.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan aktivitas kelompok bersenjata. Bentrokan terjadi di tengah operasi militer Filipina yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Akibat konflik tersebut, ratusan warga dilaporkan mengungsi untuk menghindari dampak kekerasan.

Hingga kini, pihak berwenang belum mengonfirmasi identitas para korban, dan proses identifikasi masih berlangsung.

Militer Filipina menyatakan operasi akan terus dilanjutkan guna menjaga stabilitas keamanan, sementara pemerintah setempat berupaya memulihkan kondisi warga terdampak.

0 Komentar