Jalur Perdagangan Global Terancam, Selat Hormuz Kembali Tutup Negosiasi Buntu

Selat Hormuz
Selat Hormuz
0 Komentar

IRAN kembali menutup Selat Hormuz pada Minggu (19/4), memperparah ketegangan dengan Amerika Serikat dan mengancam jalur perdagangan global di tengah negosiasi yang masih buntu.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memutuskan menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia, pada Minggu (19/4).

Keputusan tersebut muncul saat Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa kesepakatan damai final masih belum tercapai meskipun terdapat sedikit kemajuan dalam proses negosiasi.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Dikutip dari AFP, Ghalibaf menegaskan masih banyak perbedaan mendasar yang belum menemukan titik temu antara kedua pihak. “Kami masih jauh dari diskusi akhir,” ujar Ghalibaf.

Teheran menegaskan tidak akan membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut hingga AS menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Gencatan senjata selama dua pekan dijadwalkan berakhir pada Rabu mendatang apabila tidak ada kesepakatan untuk memperpanjangnya. Presiden AS Donald Trump menyebut komunikasi dengan Iran berjalan positif, namun memperingatkan Teheran agar tidak mencoba menekan Washington.

Ia juga menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan final. “Jika Amerika tidak mencabut blokade, lalu lintas di Selat Hormuz pasti akan dibatasi,” tegas Ghalibaf.

Situasi di lapangan kian memanas setelah Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa setiap kapal yang melintasi selat tanpa izin akan dianggap bekerja sama dengan musuh. Mereka menyatakan kapal yang melanggar akan menjadi target.

Laporan dari agensi keamanan maritim Inggris menyebutkan adanya insiden penembakan oleh Garda Revolusi terhadap sebuah kapal tanker di kawasan tersebut. Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri India telah memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan protes terkait insiden yang melibatkan dua kapal berbendera India.

Upaya diplomasi terus dilakukan. Mesir dan Pakistan terlibat dalam mediasi guna mendorong tercapainya kesepakatan dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Namun, isu utama masih berkutat pada stok uranium yang diperkaya milik Iran. Trump mengklaim Iran bersedia menyerahkan stok tersebut, tetapi pernyataan itu dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Mereka menegaskan bahwa penyerahan uranium kepada AS tidak pernah menjadi bagian dari pembahasan.

0 Komentar