Di pihak Lebanon, Presiden Joseph Aoun menyambut kesepakatan ini dengan nada hati-hati.
“Lebanon menyambut baik gencatan senjata ini dan berharap dapat membawa kelegaan bagi rakyat kami serta membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang,” kata Aoun.
Namun ia juga mengingatkan potensi pelanggaran.
“Kami tetap waspada, karena pelanggaran masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Gencatan Senjata masih Rapuh
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Meski diumumkan sebagai terobosan diplomatik, situasi di lapangan menunjukkan gencatan senjata ini masih rapuh. Tembakan sporadis dilaporkan masih terjadi di beberapa wilayah perbatasan.
Perbedaan kepentingan antara Israel, Lebanon, dan Hizbullah membuat implementasi kesepakatan ini menghadapi tantangan besar.
