Jalan Berlubang di Jalur Pantura Jawa, Menteri PU: ODOL Penyebab Kerusakan

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Kementerian PU)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Kementerian PU)
0 Komentar

MENTERI Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan perbaikan jalan berlubang di jalur Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa hampir tuntas, dengan sisa pekerjaan sekitar 1 hingga 2 persen.

Menurut Menteri Dody, perbaikan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, terutama di jalur nasional dengan lalu lintas tinggi.

“Kalau jalan berlubang di Pantura, Insha Allah sudah (hampir tuntas), sisa (perbaikan) sekitar 1 persen sampai 2 persen,” kata Menteri Dody di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Ia menjelaskan, kerusakan jalan sebagian besar disebabkan kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension and over load (ODOL), serta faktor cuaca dengan curah hujan tinggi.

Menurutnya, kendaraan berat menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan. “Yang lewat itu rata-rata kendaraan besar ODOL, yang over dimension dan over load, itu yang membuat jalan rusak,” ujarnya.

Selain itu, curah hujan tinggi di sejumlah wilayah juga mempercepat munculnya kerusakan jalan seperti lubang. Untuk itu, ruas jalan nasional terus diawasi petugas lapangan atau penilik jalan yang bertugas memantau kondisi secara rutin.

Ia menyebut, satu penilik jalan umumnya menangani ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer, tergantung wilayah tanggung jawabnya.

“Petugas tersebut melakukan pengecekan harian untuk mengidentifikasi kerusakan dan mempercepat penanganan di lapangan,” imbuhnya.

Dody menambahkan, selain perbaikan jalan berlubang, pemerintah juga memberi perhatian pada kondisi jembatan, khususnya pada bagian sambungan (expansion joint). Kerusakan pada bagian tersebut dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

“Jembatan-jembatan itu expansion joint-nya sebagian sudah melebar. Mungkin bagi mobil hanya terasa tidak nyaman, tapi kalau motor lewat situ berbahaya, bisa jatuh,” ungkapnya.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Karena itu, Kementerian PU menginstruksikan seluruh balai jalan untuk fokus pada perbaikan expansion joint guna meningkatkan keselamatan. Standar jalan nasional juga akan ditingkatkan agar tidak hanya aman bagi kendaraan roda empat, tetapi juga sepeda motor.

“Ke depan saya ingin jalan nasional itu aman juga untuk sepeda motor. Standarnya kita naikkan,” ucapnya.

0 Komentar