“Jumlah kasus campak sendiri meningkat sejak minggu ke 53 atau pada Desember 2025 lalu, dan sampai saat ini masih ada kasus campak baru,” kata Siti.
Pada 2025, kasus suspect campak tercatat 238 kasus. Setelah dilakukan pengujian laboratorium, kasus positif pada 2025 berjumlah 44 kasus.
Per 4 April 2026, jumlah kasus suspect campak mencapai 150 kasus, sementara yang terkonfirmasi positif ada 9 kasus.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Daerah dengan jumlah kasus tertinggi adalah Kelurahan Argasunya dengan 30 kasus, disusul Kelurahan Kalijaga dengan 28 kasus.
Kasus campak terbanyak menyerang anak usia 1-4 tahun (6 kasus). Kemudian, usia dewasa (di atas 15 tahun) tercatat ada 15 orang suspect.
“Beberapa gejala penyakit campak antara lain demam, pilek. Setelah demam itu, akan muncul bercak, ada juga sebelum muncul bercak itu, matanya ada konjungtivitis. Jadi, kelihatannya seperti sakit mata. Setelah muncul bercak diharapkan untuk melakukan isolasi mandiri ataupun datang ke puskesmas untuk dapat diperiksa. Kalau sudah positif, bisa isolasi mandiri di rumah sembari menjaga daya tahan tubuh,” tutup Siti.
