“Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan. Ini adalah bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan global,” tegasnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) menilai dinamika geopolitik global saat ini semakin menegaskan pentingnya setiap negara memiliki cadangan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Ketergantungan terhadap rantai pasok global yang rentan terganggu dinilai sebagai kelemahan struktural yang harus diatasi secara serius dan sistematis.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Dunia saat ini dihadapkan pada ketidakpastian. Bisa karena konflik, bisa karena kebijakan negara lain yang membatasi ekspor. Karena itu, kita harus memastikan produksi dalam negeri kuat dan cadangan kita cukup,” kata Amran.
Terkait seruan Rusia untuk membangun cadangan pangan bersama negara-negara BRICS, Kementan memandang inisiatif tersebut sebagai langkah strategis yang sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan global. Kerja sama antarnegara dinilai menjadi instrumen penting dalam meredam dampak krisis pangan yang semakin kompleks.
Dengan tiga lapisan ketersediaan pangan yang kokoh, yaitu cadangan pemerintah yang mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, ketersediaan beras di pasar domestik dan HoReCa, serta proyeksi produksi standing crop hingga akhir tahun, Indonesia berada pada posisi ketahanan pangan yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian global.
