Pidato Trump Bikin Tanjakan Tajam Harga Minyak Dunia Pasar Saham Asia Anjlok

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
0 Komentar

HARGA minyak dunia melonjak tajam dan pasar saham Asia melemah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato nasional terkait konflik Iran. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi geopolitik dan gangguan pasokan energi global.

Dalam pidato pertamanya sejak konflik Iran memanas, Trump menegaskan bahwa AS akan terus melancarkan serangan terhadap Iran dengan intensitas tinggi. Ia juga menyebut operasi militer dapat berakhir dalam waktu dekat, meski tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Reaksi pasar langsung terlihat pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Indeks Nikkei 225 Tokyo turun 1,4% menjadi 53.004,81. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan merosot lebih dalam sebesar 3,4% ke level 5.292,36. Indeks Hang Seng Hong Kong juga terkoreksi 0,8% menjadi 25.082,59.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Pada sisi lain, kontrak berjangka saham AS tercatat turun lebih dari 0,7%, mencerminkan sentimen negatif investor global terhadap perkembangan konflik tersebut.

Lonjakan signifikan terjadi pada harga minyak dunia. Minyak mentah Brent sebagai acuan internasional melonjak 5% ke level US$ 106,22 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 4,2% menjadi US$ 104,36 per barel.

Kenaikan harga minyak ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.

Di dalam negeri AS, pidato Trump menuai kritik tajam dari Partai Demokrat. Mereka menilai pernyataan tersebut tidak memberikan kejelasan terkait arah kebijakan perang.

Senator Mark Warner menyatakan Trump belum memberikan jawaban memadai kepada publik terkait dampak konflik terhadap ekonomi. Ia menyoroti kenaikan harga energi dan kebutuhan pokok yang dinilai akan berdampak jangka panjang.

Sementara itu, Senator Chris Murphy mengkritik keras isi pidato tersebut. Ia menyebut pidato tersebut didasarkan pada realitas yang hanya ada dalam pikiran Donald Trump.

Murphy menambahkan bahwa tidak seorang pun di Amerika, setelah mendengarkan pidato itu, tahu apakah mereka sedang meningkatkan atau mengurangi ketegangan.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Selain itu, Trump juga tidak menyinggung tenggat waktu yang sebelumnya ditetapkan bagi Iran terkait pembukaan Selat Hormuz. Ia juga tidak memberikan kejelasan mengenai langkah konkret untuk mengakhiri gangguan pasokan energi global.

0 Komentar