Tindakan kedua rezim ini, yakni Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, sangat tidak dapat dibenarkan, baik dari segi politik maupun hukum internasional. Serangan yang aliansi Zionis itu lakukan jelas-jelas merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan sebuah negara merdeka.
Din pun menyerukan slogan revolusioner khas Iran, “Marg Bar”, sebagai bentuk perlawanan terhadap apa yang ia sebut sebagai ketidakadilan global ini.
“Yang dibombardir itu adalah anak-anak, perempuan, yang dalam etika perang menurut Islam sangat dilarang hukumnya untuk diserang,” kata Din.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Marg Bar Netanyahu! Marg Bar Donald Trump! Marg Bar Israel!” seru Ketua Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) ini.
Dalam bahasa Persia, “Marg Bar” berarti “mampuslah”. Dalam konteks kini, itu menjadi seruan perlawanan terhadap pihak-pihak penindas.
