Isi Lengkap APBN 2027 Versi Prabowo: Defisit hingga Target Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Paripurna ke-19 Dewan Perwakilan Rakyat di Ruang Sidang Paripurna M
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Paripurna ke-19 Dewan Perwakilan Rakyat di Ruang Sidang Paripurna MPR/DPR/DPD, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)
0 Komentar

PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027.

Prabowo mengatakan APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara. APBN dinilai sebagai alat untuk memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera.

“Saya memandang bahwa APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara. APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa, alat untuk memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera dan sebagai alat untuk menjadi pedoman perjalanan kita ke depan,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga:Fatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas MencuatSMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar

Dari segi postur RAPBN 2027, defisit dirancang berada pada kisaran 1,80-2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB). Defisit dikarenakan pendapatan negara dipatok lebih kecil yakni antara 11,82-12,40% PDB, dibandingkan rencana belanja negara antara 13,62-14,80% PDB.

“Pendapatan negara dalam APBN 2027 kami targetkan mencapai kisaran 11,82-12,40% dari PDB kita. Untuk mendukung berbagai program prioritas dan program-program vital kita, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62-14,80% dari PDB kita. Dari sisi pembiayaan, defisit kita di 2027 akan kami jaga pada kisaran 1,80% sampai maksimal 2,40% PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” ucap Prabowo.

Dari segi asumsi ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditarget berada pada kisaran 5,8-6,5% di 2027. Target itu diyakini dapat tercapai seiring strategi ekonomi yang tepat, serta kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan.

“Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8-6,5% di 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029. Pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata,” kata Prabowo.

Kemudian nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipatok berada pada kisaran Rp 16.800-Rp 17.500 di 2027.

“Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS berada pada rentang Rp 16.800 sampai Rp 17.500. Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” ucap Prabowo.

0 Komentar