DOKUMEN “Epstein Files” yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada akhir Januari ini mengungkapkan fakta yang cukup mencengangkan. Jeffrey Epstein dikatakan pernah membeli potongan Kiswah yang digunakan untuk menutupi Kabah pada tahun 2017.
DOJ mengumumkan bahwa mereka telah mempublikasikan lebih dari 3 juta halaman tambahan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein sebagai bagian dari pelaksanaan Epstein Files Transparency Act, sebuah undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump pada 19 November 2025.
Dengan rilis terbaru ini, jumlah total dokumen yang telah dibuka ke publik kini mencapai hampir 3,5 juta halaman.
Baca Juga:Prabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti KenaAlan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan Michele
Selain dokumen tertulis, publikasi terbaru ini juga mencakup lebih dari 2.000 video dan sekitar 180.000 gambar, menjadikannya salah satu pengungkapan arsip hukum terbesar dalam sejarah Departemen Kehakiman AS.
Benarkah Kain Kiswah Kabah Dijual ke Jeffrey Epstein?
Dalam Epstein Files ada riwayat pembicaraan dalam email pada tahun 2017 yang mengungkapkan pembelian tiga potongan Kiswah dari Arab Saudi.
Proses pengadaan dan pengiriman kain suci ini diatur melalui jaringan kontak internasional, melibatkan seorang pebisnis perempuan asal Uni Emirat Arab bernama Aziza Al-Ahmadi dan seorang kontak di Arab Saudi bernama Abdullah Al-Maari, sebelum akhirnya dikirim ke kediaman Epstein di St. Thomas, Virgin Island, Amerika Serikat.
Email-email yang tercantum dalam berkas, yang bertanggal antara Februari hingga Maret 2017, menjelaskan bahwa tiga potongan Kiswa tersebut diperoleh dan dikirim dengan keterangan barang sebagai “karya seni” atau artwork.
Dalam salah satu email tertanggal 22 Maret 2017, Al-Ahmadi menjelaskan nilai suci Kiswah karena menyelimuti Kabah di Mekah, salah satu tempat suci bagi umat Islam. Setiap tahunnya, jutaan umat muslim bahkan lebih berbondong-bondong mengunjungi Mekkah untuk umrah ataupun haji.
Dalam prosesi haji dan umrah, umat muslim akan mengitari Kabah yang disebut dengan Tawaf. Usai Tawaf, mereka biasanya akan mendekati Kabah untuk memegang Kiswah, bahkan menciumnya.
Untuk pengiriman tiga potong kain Kiswah tersebut, Abdullah berkoordinasi dengan seseorang bernama Daphne Wallace yang diyakini adalah salah satu rekan Epstein dan Chalmer Stauffer yang menindak lanjuti urusan bea cukai dan transportasi.
