Kasus 'Super Flu' Meningkat di Amerika Serikat, Kenali dan Pahami Gejalanya

Strain influenza baru, A(H3N2) subclade K, mendorong peningkatan kasus flu di seluruh Eropa, Asia Timur, dan A
Strain influenza baru, A(H3N2) subclade K, mendorong peningkatan kasus flu di seluruh Eropa, Asia Timur, dan Amerika Utara. (Foto: The National Foundation for Infectious Diseases)
0 Komentar

Berbeda dari selesma, influenza merupakan salah satu penyakit dengan tingkat keparahan tinggi. Hal ini dikarenakan influenza berpeluang menjadi penyebab penyakit komplikasi berbahaya seperti pneumonia, gagal ginjal, dan gagal hati.

“Influenza adalah salah satu penyakit yang cukup ditakuti, di negara maju sekalipun, terutama di negara dengan musim dingin,” tuturnya.”

“Ini masih merupakan salah satu penyebab kematian yang signifikan, terutama pada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta,” tambahnya.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Oleh karenanya, Nastiti menuturkan agar masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti menjaga pola makan bergizi dan menjaga kebersihan lingkungan serta kebersihan diri.

Selain itu, jika merasakan gejala influenza, Nastiti juga menganjurkan segera mengakses layanan pemeriksaan kesehatan oleh dokter.

“Influenza ada obatnya. Kalau terdeteksi ada keparahan penyakit akibat influenza, dokter akan meresepkan oseltamivir atau tamiflu,” tutur Nastiti.

0 Komentar