Dalam Media Briefing IDAI via Zoom Meetings pada Senin, Nastiti menyatakan bahwa influenza subclade K sejauh ini tidak terbukti memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi dari influenza tipe A (H3N2) lainnya.
Terlebih, imunisasi influenza yang kini ada masih dilaporkan berkhasiat menekan tingkat infeksi virus penyebab influenza tipe A subclade K alias “super flu” ini.
“Belum ada bukti bahwa subclade ini kebal atau tetap menginfeksi orang-orang yang sudah diimunisasi. Laporan tetap mengatakan bahwa kerentanan meningkat pada orang yang tidak diimunisasi,” katanya.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Meski demikian, menurut Nastiti, hal yang perlu diwaspadai dari varian baru influenza tipe A ini adalah kecepatan transmisi atau penularannya.
“Kalau influenza biasa bisa menularkan 2-3 orang, mungkin ini lebih [banyak],” kata Nastiti.
Akan tetapi, hal ini baru dugaan para profesional berdasarkan laju peningkatan kasus yang terjadi.
“Penelitiannya belum [memadai], karena memang masih dalam taraf penemuan kasusnya meningkat. Masih memerlukan penelitian lebih lanjut,” tutur Nastiti.
Selain dugaan kecepatan transmisi yang tinggi, Nastiti juga mewanti-wanti perihal varian subclade K yang tergolong sulit dibedakan tanpa uji lab yang memadai.
Kedua hal tersebut, kata Nastiti, menjadikan “super flu” memiliki tingkat risiko lebih tinggi pada kelompok rentan, yakni anak usia balita, lansia, orang dengan komorbid, dan pasien dengan obat penekan imun (seperti HIV/AIDS, kanker, dan rheumatoid arthritis).
Sementara itu, menurut Nastiti, gejala influenza A subclade K alias “super flu” ini memiliki gejala serupa dengan influenza tipe A lainnya, yakni:
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
- Demam tinggi,
- Kelelahan berat,
- Nyeri otot,
- Pilek atau hidung tersumbat,
- Menggigil,
- Nyeri tenggorokan.
Memahami Influenza: Beda dengan Selesma
Sebelum menguraikan karakteristik influenza tipe A (H3N2) subclade K, Nastiti terlebih dahulu menjelaskan apa itu influenza sebagai terminologi medis.
Menurutnya, masyarakat Indonesia masih salah mengira influenza atau flu dengan selesma atau common cold.
Nastiti menuturkan bahwa selesma merupakan kondisi medis dengan gejala mirip flu namun tingkat keparahannya lebih rendah dan dapat sembuh dengan istirahat cukup.
