MILITER Israel mengakui bahwa ledakan yang terlihat dan terdengar di ibu kota Qatar, Doha, merupakan upaya pembunuhan terhadap anggota pimpinan Hamas dan pejabat senior kelompok Palestina tersebut seperti dilansir Aljazeera pada Selsa 9 September 2025.
Ini adalah serangan pertama yang dilakukan Israel di Qatar, mediator kunci dalam perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Seperti dilansir CNN, para pemimpin Hamas telah menggunakan ibu kota Qatar sebagai markas di luar Gaza selama bertahun-tahun.
Israel telah membombardir Gaza, Lebanon, Yaman, dan Suriah, serta melancarkan serangan harian di Tepi Barat yang diduduki di Palestina.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Militer merilis pernyataan pada Selasa, yang menyatakan, “IDF dan Shin Bet, melalui Angkatan Udara, baru-baru ini melakukan serangan terarah terhadap pimpinan tertinggi organisasi Hamas.”
“Para anggota pimpinan yang diserang memimpin kegiatan organisasi tersebut selama bertahun-tahun, dan bertanggung jawab langsung atas pembantaian 7 Oktober dan mengobarkan perang melawan Negara Israel.”
Pernyataan tersebut menyatakan bahwa sebelum serangan, “langkah-langkah telah diambil untuk meminimalkan kerugian bagi orang-orang yang tidak terlibat, termasuk penggunaan senjata presisi dan informasi intelijen tambahan.”
Dalam sebuah pernyataan, Majed Al Ansari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, mengatakan negaranya “mengutuk sekeras-kerasnya” serangan tersebut, yang menurutnya dilakukan terhadap bangunan tempat tinggal yang dihuni beberapa anggota biro politik Hamas.
“Serangan kriminal ini merupakan pelanggaran berat terhadap semua hukum dan norma internasional serta ancaman serius terhadap keamanan dan keselamatan warga Qatar dan penduduk Qatar,” bunyi pernyataan tersebut.
Selain mengutuk keras serangan ini, Negara Qatar menegaskan bahwa mereka tidak akan menoleransi perilaku sembrono Israel dan intervensi berkelanjutan Israel terhadap keamanan regional, serta tindakan apa pun yang menargetkan keamanan dan kedaulatannya. Investigasi sedang berlangsung di tingkat tertinggi, dan rincian lebih lanjut akan diumumkan segera setelah tersedia.
Seorang pejabat senior Hamas mengonfirmasi kepada CNN bahwa para negosiator kelompok tersebut menjadi sasaran di Doha.
Baca Juga:Sekjen DPR Sebut Terima Surat Forum Purnawirawan TNI soal Pemakzulan Gibran: Kami Teruskan ke PimpinanKetua Koperasi Al- Azariyah dan Pengawas Operasional Tersangka Insiden Longsor Tambang Galian C Gunung Kuda
Pada Senin, kepala negosiator Hamas, Khalil Al-Hayya, bertemu dengan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, di Doha.
