Misi Pinus Eropa Tutup Jejak Ribuan Tahun Zaitun Palestina Tuai Bencana

Kebakaran melanda wilayah sekitar Yerusalem, Israel, menyebabkan sejumlah akses jalan tertutup termasuk tol Ye
Kebakaran melanda wilayah sekitar Yerusalem, Israel, menyebabkan sejumlah akses jalan tertutup termasuk tol Yerusalem-Tel Aviv. (AFP)
0 Komentar

Jurnal CABI Digital Library menyebutkan wabah kutu sisik pinus Israel (Matsucoccus josephi) pernah menyerang hebat hutan Pinus Aleppo berusia 40 tahunan pada awal 1970-an. Wabah ini menyebabkan kematian pohon secara massal dan memaksa KKL-JNF untuk beralih menanam spesies pinus lain yang dianggap lebih resisten, seperti Pinus Turki (Pinus brutia) sebagai penggantinya.

Hutan monokultur juga secara inheren memiliki keanekaragaman hayati yang rendah, karena kurangnya variasi habitat dan sumber makanan bagi spesies lain.

Oleh karena itu, aforestasi JNF, khususnya dengan pinus, melakukan tindakan penghapusan ganda. Secara fisik, ia menutupi masa lalu Palestina. Secara ekologis, ia menggantikan lanskap asli Mediterania, termasuk kebun-kebun zaitun yang sarat makna, dengan hutan monokultur non-asli yang lebih sesuai dengan preferensi estetika dan kebutuhan praktis para pendatang baru.

Baca Juga:KPK Periksa Ridwan Kamil dalam Waktu DekatInisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen Tepat

Solusi jangka pendek untuk “menghijaukan” tanah ternyata menjadi bagian dari masalah jangka panjang.

Menuai Badai Api

Kiwari, benang merah antara masa lalu dan masa kini menjadi semakin jelas. Keputusan-keputusan yang diambil oleh JNF/KKL lebih dari seabad yang lalu, didorong oleh campuran motivasi politik (pembelian dan kontrol tanah), ideologis (Zionisme, “penebusan” tanah), dan estetika (“mimpi Eropa”, lanskap hijau), secara langsung membentuk lanskap fisik Israel saat ini.

Menariknya, pemilihan pohon yang sarat makna ideologis di Israel tidak terbatas pada pinus. Penanaman pohon Gharqad (Nitraria retusa atau Lycium shawii), yang disebut dalam beberapa hadis Islam sebagai satu-satunya pohon yang akan melindungi orang Yahudi pada pertempuran akhir zaman, juga dilaporkan dilakukan oleh individu dan organisasi seperti JNF, meskipun dalam skala yang jauh lebih kecil.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan politis, ideologis, dan bahkan eskatologis berperan dalam pemilihan spesies tanaman di wilayah tersebut, melampaui pertimbangan ekologi murni.

Pada akhirnya, kerentanan lanskap Israel terhadap kebakaran besar bukanlah semata fenomena alam yang diperkuat oleh perubahan iklim. Ia adalah sebuah kerentanan yang dikonstruksi secara historis.

Ia dibangun lapis demi lapis selama lebih dari satu abad melalui keputusan-keputusan spesifik tentang penggunaan lahan dan pemilihan spesies pohon. Bahan bakar yang melimpah bagi api hari ini adalah warisan langsung dari pilihan-pilihan politik, ideologis, dan estetika di masa lalu.

0 Komentar