Dikutip dari laman Forbes, tiga kata tersebut menggambarkan tuduhan yang ditujukan pada perusahaan asuransi yang menghindari pembayaran klaim, menurut laporan Associated Press pada Kamis, 5 Desember 2024.
Frasa tersebut diadopsi oleh para pengkritik industri perawatan kesehatan yang mengacu pada cara-cara perusahaan asuransi “menunda pembayaran klaim, menyangkal klaim yang sah secara keseluruhan atau sebagian, dan mempertahankan tindakan mereka dengan memaksa para penuntut untuk masuk ke proses pengadilan,” sebagaunana bunyi kutipan dalam buku yang ditulis oleh Jay Feinman, seorang ahli hukum asuransi dan profesor emeritus di Rutgers University.
Buku tersebut mengklaim sebagai “sebuah ekspos ketidakadilan asuransi dan rencana bagi konsumen dan anggota parlemen untuk melawan.” Selain itu, Feinman juga berusaha menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang menolak klaim yang sah adalah “hasil dari fokus yang meningkat dan sistematis untuk memaksimalkan keuntungan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Allstate dan State Farm,” menurut laporan Forbes.
Baca Juga:Song Jae-rim Ditemukan Meninggal Penyebab Kematian Belum Terkonfirmasi, Ada 2 Lembar SuratPernah Ditolak Amerika Serikat, Kini Presiden Prabowo Subianto Menuju Washington
Polisi hingga kini belum menyebutkan nama tersangka atau motif penembakan tersebut, tetapi istri Thompson mengatakan bahwa suaminya telah menerima beberapa ancaman sebelumnya dan polisi menyebut penembakan tersebut sebagai “serangan terarah yang berani.”
Pembunuhan tersebut juga dikaitkan dengan pekerjaan Thompson di UnitedHealthcare, salah satu perusahaan asuransi kesehatan terbesar di New York, dan menduduki peringkat ke-19 dalam daftar perusahaan terbesar di dunia versi Forbes tahun ini dengan memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $560 miliar.
Adapun The New York Times melaporkan tahun lalu bahwa UnitedHealthcare memiliki rencana dengan tingkat penolakan berkisar antara 7 persen hingga 27 persen pada tahun 2019, dan AP melaporkan UnitedHealthcare, bersama dengan perusahaan asuransi nirlaba lainnya, “sering menjadi sasaran kritik” karena menolak klaim dan mempersulit pasien untuk mendapatkan perawatan.
Tak hanya itu, The New York Times juga melaporkan bahwa kata-kata yang ditemukan pada selongsong peluru adalah “delay” dan “deny”, bukannya “deny,” “defend” dan “depose,” yang secara langsung merujuk pada frasa yang biasa digunakan untuk mengkritik industri asuransi kesehatan.
