Terpapar Kasus di Amsterdam, Thailand Ingatkan Kemungkinan Serangan Terhadap Warga Israel

Terpapar Kasus di Amsterdam, Thailand Ingatkan Kemungkinan Serangan Terhadap Warga Israel
Pesta bulan purnama di Ko Pha Ngan tahun 2019 (Foto: Hlib Shabashnyi / Shutterstock.)
0 Komentar

STASIUN televisi Israel, Kanal 12 mengabarkan peringatan yang diberikan pemerintah Thailand, kepada orang-orang Israel yang ada di negeri Gajah Putih itu.

Dilansir Parstoday, Rabu (13/11/24), Kanal 12 stasiun televisi Israel melaporkan, pemerintah Thailand memperingatkan kemungkinan serangan terhadap orang-orang Israel di wilayah negara Asia Tenggara itu. Dua hari lalu, Kantor Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu, meminta warga Israel untuk menghindari pagelaran-pagelaran budaya atau pertandingan olahraga di luar negeri.

Kantor PM Israel mengklaim, berdasarkan informasi yang diterima, kelompok-kelompok pendukung Palestina di luar wilayah pendudukan berusaha menyerang orang-orang Israel, termasuk di Belanda, Inggris, Prancis, dan Belgia.

Baca Juga:Song Jae-rim Ditemukan Meninggal Penyebab Kematian Belum Terkonfirmasi, Ada 2 Lembar SuratPernah Ditolak Amerika Serikat, Kini Presiden Prabowo Subianto Menuju Washington

Sebelumnya, orang-orang Israel yang bepergian ke Amsterdam dengan status suporter tim sepak bola mereka mengobarkan keonaran dan vandalisme di ibu kota Belanda tersebut dengan melakukan berbagai aksi kekerasan anti-Palestina dan anti-Arab.

Para perusuh yang mengaku sebagai suporter klub sepak bola Maccabi Tel Aviv berbuat laiknya preman dan menebar kekerasan di Amsterdam selama hari Rabu dan Kamis (6-7/11/24). Mereka merobek bendera Palestina dari beberapa rumah, melakukan penyerangan dan pemukulan terhadap pengemudi taksi Arab dan penduduk setempat lainnya, termasuk dengan menggunakan linggis, dan meneriakkan makian-makian anti-Palestina dan anti-Arab serta brutalitas militer Israel terhadap orang-orang Arab di Timur Tengah.

Slogan yang mereka teriakkan antara ejekan dan dukungan kepada genosida seperti “tidak ada sekolah di Gaza karena tidak ada anak-anak yang tersisa.”

0 Komentar