Siapa Norman Arie Prayogo? Profil Warek III Unsoed yang Turut Diamankan KPK

Wakil Rektor Unsoed Norman Arie Prayogo kena OTT KPK (Foto: Tutur/Unsoed)
Wakil Rektor Unsoed Norman Arie Prayogo kena OTT KPK (Foto: Tutur/Unsoed)
0 Komentar

Saat menempuh pendidikan doktoral, Norman juga mendapat kesempatan menjalani riset sandwich di Nara Institute of Science and Technology, Jepang. Pada 2012, ia meraih gelar doktor dengan predikat cum laude di bawah bimbingan Prof. Dr. Pudji Astuti, M.P., Prof. Murwantoko, dan Prof. Masashi Kawaichi.

Perjalanan Karier Akademik

Norman memulai karier sebagai dosen di Unsoed pada 2009 sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dalam perjalanan kariernya, ia meniti jenjang akademik dari Asisten Ahli hingga mencapai jabatan Guru Besar.

Menurut pemberitaan Antara, Norman termasuk dalam 30 guru besar yang dilantik pada Februari 2025. Ia disebut menjadi profesor termuda dalam sejarah Unsoed.

Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Selain berkiprah sebagai akademisi, Norman juga menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan kampus. Ia pernah menjadi Koordinator Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) pada 2015 serta Kepala Pusat Publikasi LPPM Unsoed pada 2019.

Pada 2022, Norman dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed. Jabatan tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu wakil rektor termuda dalam sejarah universitas.

Harga Kekayaan Norman

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang diakses Tirto melalui situs Unsoed, Norman tercatat menyampaikan laporan periodik 2025 pada 2 April 2026. Dalam laporan tersebut, total harta kekayaan Norman tercatat sebesar Rp1,75 miliar.

Porsi terbesar kekayaannya berasal dari tanah dan bangunan. Norman tercatat memiliki tanah dan bangunan di Banyumas dengan luas tanah 262 meter persegi dan bangunan 200 meter persegi, senilai Rp950 juta. Harta tersebut tercatat sebagai hasil sendiri.

Selain itu, Norman memiliki kas dan setara kas sebesar Rp500 juta serta alat transportasi dan mesin senilai Rp430 juta. Harta berupa kendaraan tersebut terdiri atas mobil Pajero Sport keluaran 2018 yang ditaksir senilai Rp250 juta dan Toyota Vellfire keluaran 2010 senilai Rp180 juta. Dengan adanya utang sebesar Rp130 juta, total harta bersih Norman dalam LHKPN tercatat sekitar Rp1,75 miliar.

Berikut rincian harta kekayaan Norman dalam LHKPN terbaru:

Tanah dan bangunan: Rp950.000.000Alat transportasi dan mesin: Rp430.000.000Kas dan setara kas: Rp500.000.000Utang: Rp130.000.000

0 Komentar