GEMPA bumi magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (20/8/2026) sore. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut merupakan gempa tektonik dangkal yang dipicu aktivitas sesar opak.
Sebagai informasi, sesar opak adalah patahan atau sesar aktif bergeser yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesar ini membentang sepanjang kurang lebih 45 kilometer mengikuti jalur aliran Sungai Opak, dari lereng Gunung Merapi ke selatan hingga bermuara di Samudra Hindia (Pantai Parangtritis, Bantul), serta melintasi Kabupaten Bantul, Sleman, hingga Klaten.
BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 17.35 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 7,88 Lintang Selatan dan 110,45 Bujur Timur. Lokasi episenter berada di darat, sekitar 11 kilometer timur laut Bantul, DIY, dengan kedalaman hiposenter 21 kilometer.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, yakni Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo, dan Magelang.
Hingga informasi ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut. Tidak ada pula laporan mengenai korban jiwa.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diharapkan mengandalkan informasi dari kanal resmi BMKG terkait perkembangan gempa.
