“Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).
Roby menjelaskan, ibu Jesslyn menyuruh beberapa orang untuk menjemput putrinya saat menghadiri acara ulang tahun keluarganya di sebuah restoran di Jakarta Pusat. Polisi masih akan mendalami apakah kepergian Jesslyn tersebut bersifat sukarela atau ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan.
Pihak kepolisian sedang berupaya untuk berkomunikasi dengan Jesslyn secara langsung. Polisi akan mendalami, apakah kepergian Jesslyn dari restoran Jakpus itu merupakan sukarela atau adanya dugaan tindak pidana berupa penculikan seperti yang dilaporkan
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
“Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jeslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya,” jelasnya.
Kronologi Hilang Versi Calon Suami
Di malam Jesslyn dilaporkan hilang, Evan diketahui masih berkomunikasi dengannya sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, Evan mulai tak dapat menghubungi Jesslyn sekitar pukul 21.30 WIB hingga akhirnya mendatangi restoran tempat acara ultah keluarga Jesslyn.
Di dalam restoran, Evan masih melihat kue ultah yang dibeli Jesslyn. Dia lalu meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi dari kerabat, tukang parkir, hingga pegawai restoran. Saksi menyebut Jesslyn diculik orang tak dikenal.
“Nah, akhirnya dia diberi tahu ada peristiwa Jesslyn diikat matanya, dibekap, baru digendong secara paksa, dimasukkan ke mobil. Jesslyn sempat memberontak, minta tolong, sempat keluar dari mobil tetapi didorong lagi,” kata Kuasa Hukum Evan, Andi Darti, Rabu (22/7).
Evan terus berupaya menghubungi Jesslyn lewat HP, e-mail, hingga media sosial tapi tak mendapatkan respons. Dia sempat melacak sinyal HP Jesslyn.
“Evan juga minta tolong ke temannya untuk mencari tahu posisi HP-nya Jesslyn. Menurut Evan, HP-nya masih memancar dari rumah orang tuanya yang di Ancol, yang di Puri Jimbaran,” kata Darti
