Bantahan Resmi
Menanggapi laporan tersebut, pihak Israel secara tegas membantah telah melakukan spionase terhadap pejabat maupun lembaga pemerintah AS. Senada dengan itu, seorang pejabat Gedung Putih juga sempat menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
Meski demikian, para mantan pejabat intelijen AS menegaskan bahwa Israel memiliki sejarah panjang dalam menjalankan operasi intelijen agresif. Saat ini, Israel dinilai menjadi perhatian kontraintelijen yang lebih besar bagi AS dibandingkan sekutu lain, bahkan melampaui tingkat kewaspadaan terhadap beberapa negara yang dianggap sebagai lawan.
Hingga saat ini, personel militer AS yang bertugas di kawasan tersebut diinstruksikan untuk menerapkan protokol keamanan yang sangat ketat guna melindungi perangkat elektronik mereka dari potensi penyusupan siber.
