Komang mengatakan, keanehan mulai terjadi keesokan harinya, yakni pada Rabu (27/5/2026), sekitar pukul 11:30 WIB. Saat itu, seorang petugas tempat wisata bernama Zaki mendatangi TKP untuk melakukan pembersihan area sekaligus mengingatkan waktu check-out. Namun Zaki tak memperoleh respons dari ruang glamping yang diinapi para korban.
Pukul 15:45 WIB, Zaki kembali mendatangi TKP dan mengetuk pintu. Karena tetap tak memperoleh respons, petugas akhirnya membuka pintu tersebut. “Saat tenda dibuka, diketahui empat orang sudah meninggal dunia dalam kondisi kaku. Setelah itu petugas menghubungi polsek dan dilakukan olah TKP,” kata Iptu Komang.
Dia menambahkan, setelah menerima laporan kejadian tersebut, tim Satreskrim dan Inafis Polres Temanggung langsung mendatangi TKP. Dalam proses olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain peralatan barbeque serta sisa bahan makanan yang dibawa sendiri oleh para korban.
Baca Juga:Pulau Katang di Kepri Viral Dijual Rp65 Miliar, Pemerintah Buka SuaraMarketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata Mendag
“Untuk penyebab pasti kematian korban, saat ini masih dilakukan penyelidikan mendalam oleh petugas. Saat ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng juga sedang melaksanakan pemeriksaan autopsi terhadap jenazah para korban untuk mengetahui penyebab medis kematian mereka,” ujar Iptu Komang.
Dia menambahkan, sampel makanan yang dibawa oleh para korban juga tenga diperiksa tim Labfor Polda Jateng.
