Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi prioritas penting, khususnya pengembangan bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam menguasai dan mengembangkan teknologi strategis secara mandiri.
Selain dua sektor utama tersebut, kunjungan ini juga mencerminkan upaya perluasan kerja sama ekonomi dan teknologi yang lebih luas antara Indonesia dan Prancis sebagai mitra strategis.
Sugiono menegaskan bahwa hubungan personal antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat diplomasi kedua negara, sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih cepat dan lebih luas.
Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat
Sejak diangkat sebagai Presiden RI, Prabowo tercatat telah tiga kali melakukan lawatan ke Prancis, termasuk menghadiri Parade Militer Hari Nasional Prancis (Bastille Day) pada 14 Juli 2025 serta kunjungan lanjutan pada 23 Januari 2026 untuk memperdalam kerja sama strategis kedua negara.
