Sebagaimana telah diberitakan, terkait perselisihannya dengan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules. Ahmad Bahar mengaku bakal membuat laporan baru ke pihak kepolisian terkait dugaan masuk rumah tanpa izin.
Sebelumnya, kata dia, laporan polisi lebih dulu dibuat oleh putrinya, Ilma Sani Fitriana, terkait dengan dugaan penyekapan yang dialaminya.
“Kalau kemarin yang membuat LP itu anak saya, karena memang yang mengalami penyekapan, mengalami diambil, itu adalah anak saya,” kata Ahmad Bahar, Minggu (24/5).
Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat
Bahar menjelaskan, laporan baru itu berkaitan dengan adanya orang yang disebut masuk ke rumahnya meski putrinya sudah memberi tahu dirinya tidak berada di rumah.
“Anak saya memberitahu bahwa ayahnya enggak ada di rumah, tapi salah satu anggota itu memaksa masuk sampai ke lantai atas, sampai ke kamar-kamar,” ujarnya.
Menurut Bahar, peristiwa dugaan masuk rumah tanpa izin itu sempat direkam video. “Beruntungnya divideokan,” katanya.
Bahar mengatakan, persoalan tersebut bermula dari nomor WhatsApp miliknya yang diduga diretas. Ia menyebut akun itu kemudian digunakan untuk mengirim video ke nomor Hercules dan istrinya.
“Awalnya itu nomor WA yang diretas. Jadi sebenarnya ini salah pahamnya dari situ,” ujar Bahar.
Ia mengaku sempat menyampaikan permintaan maaf setelah persoalan tersebut mencuat. Namun, kata Bahar, permintaan maaf itu dilakukan karena nomor WhatsApp miliknya diduga dikloning orang lain.
“Saya menyatakan permintaan maaf itu bukan dalam rangka membuat video, tetapi meminta maaf karena nomor saya dikloning orang, yang saya juga tidak tahu, dan akhirnya mengirim video ke nomornya Hercules, istrinya, dan petinggi di GRIB. Jadi, saya kira ini awalnya kesalahpahaman,” katanya.
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
Bahar mengaku heran karena persoalan itu kemudian melebar hingga menyeret putrinya. Ia menyebut keluarganya tidak pernah memiliki hubungan dengan Hercules maupun jajaran GRIB.
“Saya ini orang biasa, anak saya juga orang biasa. Kita tidak pernah berhubungan dengan Bung Hercules, istrinya, dan pejabat utama di organisasi GRIB,” ujarnya.
Bahar juga menyebut putrinya mengalami trauma usai kejadian tersebut. Ia mengaku baru mengetahui kondisi anaknya setelah peristiwa itu terjadi. “Besoknya anak saya murung,” tutur Bahar.
