Viral Busana Adat Aceh Dipakai Menag di Video Bulan Maria, Kemenag Minta Maaf

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Thobib Al Asyhar
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Thobib Al Asyhar
0 Komentar

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menyampaikan permohonan maaf terkait polemik video ucapan menyambut Bulan Maria 2026 dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang mengenakan busana adat Aceh.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai kritikan yang masuk dan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi ke depannya.

Thobib memastikan bahwa pihaknya sama sekali tidak berniat merendahkan nilai kesakralan dari pakaian adat Aceh tersebut.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

“Kami menghormati respons sebagian masyarakat Aceh terkait baju yang dikenakan Menag dalam rekaman video greetings Bulan Maria. Saran yang disampaikan menjadi masukan perbaikan di masa mendatang,” ujar Thobib mengutip lama resmi Kemenag, Selasa (12/5).

Thobib mengatakan bahwa proses pengambilan video tersebut sebenarnya berbarengan dengan agenda peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 lalu. Menurut Thobib, terdapat dua agenda pengambilan video sebelum upacara berlangsung, yaitu ucapan Hardiknas 2026 dan tayangan Bulan Maria.

Ia menyebutkan, Menag secara khusus memang memilih mengenakan pakaian adat Aceh untuk momen peringatan Hardiknas tersebut.

“Perlu kami sampaikan bahwa rekaman tersebut dilakukan bersamaan dengan persiapan upacara Hari Pendidikan Nasional. Saat itu, Menag didapuk menjadi Inspektur Upacara dan sesuai tema nasional, beliau mengenakan busana adat Nusantara, dalam hal ini baju adat Aceh,” jelas Thobib.

“Keputusan mengenakan baju Aceh dalam upacara Hardiknas adalah bentuk penghormatan Menag terhadap identitas budaya Serambi Mekkah pada momen nasional tersebut,” sambungnya.

Guna meredam kegaduhan di tengah masyarakat, Kemenag memastikan telah mengambil langkah perbaikan yang cepat terkait tayangan tersebut.

“Kami juga mohon maaf atas hal ini. Menag juga sudah melakukan rekaman ulang greetings Bulan Maria dengan tidak mengenakan baju adat daerah,” ujarnya.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Polemik ini bermula ketika Menag Nasaruddin Umar tampil mengenakan pakaian adat Aceh dalam sebuah tayangan video ucapan menyambut Bulan Maria yang ditujukan khusus untuk umat Katolik.

Dalam Gereja Katolik, bulan Maria adalah bulan Mei. Selama bulan Mei, umat Katolik secara khusus mendedikasikan waktu untuk menghormati Bunda Maria, ibu Yesus, melalui berbagai devosi, doa rosario, dan ziarah.

0 Komentar