MENTERI Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Barat menggunakan metode yang tidak bermoral untuk mencegah negara-negara membeli minyak Rusia.
Diplomat utama Rusia itu menggambarkan pemberian tekanan kepada semua pihak agar tidak membeli minyak Rusia sebagai “metode yang tidak bermoral.”
Metode tersebut dapat disebut kolonial atau neokolonial, tetapi ini adalah ‘metode eksploitasi’, katanya dalam wawancara dengan RT India, dilansir dari TASS (13/5).
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Ide di balik metode tersebut adalah untuk membuat semua orang membeli minyak dan gas alam cair yang mahal dari Amerika Serikat, alih-alih membeli minyak murah dari Rusia, jelas Menlu Lavrov.
Inilah cara mereka berusaha menguasai dunia, dengan mengendalikan energi global, tegas menteri luar negeri Rusia itu.
Namun, tidak semua orang menyerah di bawah tekanan ini, lanjut Lavrov. Menurutnya, India telah dengan tegas dan berulang kali menyatakan bahwa mereka akan bebas menentukan volume energi apa yang akan dibeli dan dari siapa.
Diketahui, Menlu Lavrov akan menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS yang digelar di New Delhi, India pada 14-15 Mei.
Krisis Timur Tengah, termasuk blokade Selat Hormuz, akan menjadi fokus utama, karena krisis bahan bakar telah memengaruhi India.
Menu Lavrov kemungkinan juga akan membahas situasi Ukraina dan prospek penyelesaian, serta persiapan untuk kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Rusia, bersamaan dengan implementasi perjanjian dari kunjungan Putin ke India pada Desember 2025.
Pada pertemuan BRICS, para peserta akan fokus pada peningkatan tata kelola global, peningkatan peran negara-negara Global Selatan, dan persiapan untuk KTT kelompok pada Bulan September di New Delhi.
