Sara Duterte Dimakzulkan: Mayoritas Parlemen Filipina Setuju, 2028 Terancam?

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte (Eloisa Lopez/Reuters)
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte (Eloisa Lopez/Reuters)
0 Komentar

PARLEMEN Filipina secara mayoritas menyetujui pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte, Senin (11/4), membuka jalan bagi sidang pemakzulan di Senat yang dapat mengakhiri peluangnya maju dalam pemilihan presiden 2028.

Komite kehakiman DPR Filipina sebelumnya menemukan adanya dugaan pelanggaran dalam petisi yang diajukan kelompok aktivis. Sara Duterte dituduh menyalahgunakan dana publik, memiliki kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, serta mengancam keselamatan Presiden Ferdinand Marcos Jr., istrinya, dan mantan ketua DPR.

Sebanyak 255 dari total 318 anggota parlemen mendukung pemakzulan tersebut, melampaui ambang batas sepertiga suara yang dipersyaratkan konstitusi Filipina.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

“Dukungan mayoritas anggota parlemen ini membuka jalan bagi proses persidangan di Senat,” demikian laporan sejumlah media internasional.

Sara Duterte membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Tim hukumnya menyebut proses pemakzulan itu cacat prosedur dan hanya merupakan ‘fishing expedition’ atau upaya mencari-cari kesalahan tanpa dasar kuat.

Jika terbukti bersalah dalam sidang Senat, Sara Duterte dapat dicopot dari jabatannya sekaligus dilarang terjun ke dunia politik, termasuk mengikuti pemilihan presiden 2028.

Pemakzulan ini menjadi pukulan terbaru bagi keluarga Duterte yang selama ini memiliki pengaruh besar di politik Filipina. Hubungan Sara Duterte dengan Presiden Marcos Jr. terus memanas setelah keduanya yang semula bersekutu berubah menjadi rival politik.

Sementara itu, ayah Sara Duterte, mantan Presiden Rodrigo Duterte, juga tengah menghadapi proses hukum di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait perang narkoba yang menewaskan ribuan orang selama masa pemerintahannya pada 2016-2022.

Di tengah tekanan terhadap Sara Duterte, dinamika politik juga terjadi di Senat Filipina. Para senator menyetujui pergantian pimpinan Senat dan menunjuk Alan Peter Cayetano sebagai pemimpin Senat yang baru.

Cayetano dikenal sebagai loyalis keluarga Duterte dan pernah menjadi pasangan calon wakil presiden Rodrigo Duterte. Dengan posisi barunya itu, Cayetano berpotensi menjadi hakim ketua dalam sidang pemakzulan Sara Duterte. (CNA/B-3)

0 Komentar