Menurut Iwan, proses pencarian menghadapi kendala utama berupa aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, seluruh personel diwajibkan mengikuti prosedur keselamatan ketat selama operasi berlangsung, dengan tetap berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Dukono dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi—lembaga di bawah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Dalam hal ini kita sudah menugaskan safety officer dan berkoordinasi dengan pos pengamatan Gunung Dukono dari PVMBG. Dimana jika terjadi erupsi tim SAR harus kembali ke titik aman,” katanya.
Ia menambahkan, tim SAR harus berpacu dengan waktu ketika kondisi gunung dinilai aman untuk mendekati area kawah. “Ketika situasi dan kondisi aman kita mendekat ke sekitaran kawah. Dan ketika terjadi erupsi kita harus mengamankan semua personel yang melaksanakan pencarian,” ucap Iwan.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Sebelumnya, hingga Jumat (8/5/2026) pukul 18.00 WIT, total 17 pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Dari jumlah tersebut, tujuh orang merupakan warga negara Singapura dan 10 lainnya warga negara Indonesia (WNI).
Adapun tujuh WN Singapura yang selamat yakni Toh Yu Ming Eugene, Ong Shilin Selene, Phoebe Low Pei Qi, Iris, Venessa Lee, Geraldine Lee, dan Shan De.
Sementara 10 WNI yang berhasil dievakuasi yakni Hairudin Doro, Battiar Bahdar, Yusrin Latif, Ahmad Asmar, Sahrul Asim, Riska Miska Isbar, Fiki Nafila, Sudin Juanga, serta dua pendaki lain yakni Jailan Ayub dan Reza Selang yang kemudian ikut membantu proses pencarian korban.
Dalam data korban yang belum ditemukan, terdapat tiga orang yang terdiri dari dua WN Singapura yakni Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid, serta satu WNI bernama Enjel.
