Prabowo Tawarkan “ASEAN Power Grid” di KTT Cebu: Ambisi Besar Ketahanan Energi Kawasan

Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama para pemimpin negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASE
Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama para pemimpin negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026). Dalam agenda tersebut, Prabowo hadir didampingi sejumlah delegasi Kabinet Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara. (Instagram/presidenrepublikindonesia)
0 Komentar

Selain isu perdamaian dan pertahanan, Presiden Prabowo Subianto juga mendorong kerja sama konkret ketahanan energi melalui inisiatif “ASEAN Power Grid” yang ambisius.

Di balik sorotan isu geopolitik dan pertahanan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan proposal strategis soal ketahanan energi di KTT ASEAN ke-48. Prabowo mendorong percepatan realisasi ASEAN Power Grid — jaringan listrik terintegrasi antarnegara ASEAN.

Proposal ini dinilai sebagai langkah konkret untuk mewujudkan ketahanan energi kawasan di tengah ancaman gangguan pasokan global akibat ketegangan di Selat Malaka dan Laut China Selatan.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan bahwa ASEAN tidak boleh terus bergantung pada pasokan energi dari luar kawasan. Ia mengusulkan:

  • Interkoneksi listrik antarnegara ASEAN yang lebih masif
  • Pengembangan energi baru terbarukan bersama (solar, hydropower, geothermal)
  • Pembentukan cadangan energi regional
  • Kerja sama teknologi dan investasi di sektor energi

Relevansi dengan Situasi Terkini

Dengan semakin tingginya risiko geopolitik di Asia Timur, gangguan di Selat Malaka berpotensi memicu krisis energi di banyak negara ASEAN. Prabowo melihat ASEAN Power Grid sebagai salah satu bentuk pertahanan ekonomi terbaik di masa depan.

Beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam menyambut positif inisiatif ini. Namun, tantangan utama tetap pada pembiayaan dan harmonisasi regulasi antarnegara.

Langkah Indonesia

Sebagai negara dengan potensi energi terbarukan terbesar di ASEAN, Indonesia siap menjadi salah satu pilar utama proyek ini. Prabowo disebut telah memerintahkan Kementerian ESDM dan PLN untuk segera menyusun roadmap konkret dalam waktu 3 bulan ke depan.

Kunjungan Prabowo ke Miangas juga dilihat sebagai pesan bahwa ketahanan energi harus menjangkau hingga pulau-pulau terluar.

Proposal ASEAN Power Grid menunjukkan bahwa Prabowo tidak hanya fokus pada isu politik dan pertahanan, tetapi juga membawa agenda ekonomi strategis yang visioner. Jika terealisasi, ini bisa menjadi salah satu warisan terbesar Indonesia di ASEAN di era Prabowo.

0 Komentar