Kasus Scamming Jaringan Internasional Beroperasi di Surabaya: 44 WNA Ditangkap

WNA komplotan scamming di Surabaya
WNA komplotan scamming di Surabaya
0 Komentar

POLRESTABES Surabaya mengembangkan kasus penipuan daring atau scamming jaringan internasional yang beroperasi di Surabaya. Hingga kini polisi telah menangkap puluhan warga negara asing (WNA).Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan total ada 44 tersangka WNA yang telah diamankan dan ditahan.

“Sampai dengan saat ini jumlah tersangka WNA yang berhasil kita tangkap dan kita lakukan penahanan sebanyak 44 orang. Kita masih terus melakukan pendalaman,” kata Luthfie saat konferensi pers, Jumat (8/5/2026).

Dalam pengungkapan kasus ini, Polrestabes Surabaya juga menggandeng Divisi Hubungan Internasional Polri dan Interpol untuk menelusuri para korban yang diduga berada di China dan Jepang.

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

“Dan kami dibantu oleh tim dari Div Hubinter Interpol dalam rangka koordinasi terkait dengan korban-korban yang diduga berada di China maupun di Jepang. Saat ini sedang kita dalami,” ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyiapkan lokasi yang dirancang menyerupai kantor polisi untuk mengelabui korban.

“Jadi untuk para pelaku ini mencari masa mereka sudah menyiapkan box-box dengan perekam suara yang sudah dipersiapkan dengan matang bahkan peralatan di TKP seolah-olah itu sebuah kantor polisi dengan gambar-gambar daftar DPO kemudian ada beberapa gambar-gambar kepolisian itu yang mungkin seolah-olah itu adalah polisi,” beber Luthfie.

Tak hanya itu, para pelaku juga menggunakan seragam polisi saat melancarkan aksinya kepada korban di luar negeri.

“Dan juga mereka menggunakan seragam polisi. Mereka mengintimidasi korban yang ada di luar negeri sesuai dengan aturan mereka dengan berbagai modus,” katanya.

Korban kemudian ditakut-takuti seolah terlibat tindak pidana pencucian uang hingga kasus kejahatan lain agar menuruti perintah pelaku.

“Ada yang menyatakan bahwa terlibat pada TPPU terus kemudian ada jaringan korban dan lain-lain yang intinya kemudian memaksa korban ini untuk mempertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?

Dari hasil penyelidikan, ada dua warga negara Jepang yang diiming-imingi pekerjaan palsu.

“Mereka tertipu juga awalnya diiming-imingi untuk bekerja sebagai pelayan dan juga operator di Thailand. Namun kemudian mereka tidak pernah ke sana,” ujar Luthfie.

Kedua korban justru diberangkatkan ke Indonesia sebelum akhirnya dibawa ke Surabaya.

0 Komentar