ODITUR militer menghadirkan Dandenma Bais TNI, Kolonel Inf Heri Heryadi, sebagai saksi kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus. Heri mengatakan terdakwa sempat berbelit saat ditanya penyebab luka gosong di wajah dan tubuhnya.
Hal itu disampaikan Heri saat bersaksi di Pengadilan Militer Jakarta, Rabu (6/5/2026). Empat terdakwa dalam perkara ini ialah terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko, terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka.
Mulanya, Heri mengatakan Edi dan Budhi tidak mengikuti apel pagi tapi berada di mes Bais TNI karena alasan sakit. Dia menyebut Edi dan Budhi sempat mendapat perawatan.
Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran
Heri kemudian mengecek kondisi Edi dan Budhi yang mengalami luka gosong di bagian wajah dan tangan. Dia mengaku sempat bertanya penyebab luka itu.
Namun, katanya, Edi dan Budhi justru berbelit-belit. Dia menyebut keduanya sempat mengaku tersiram air panas.
“Setelah itu kami coba lihat kondisinya, melihat kondisi, kami tanya-tanya yang bersangkutan, kami tanya kenapa, kemudian kapan, mereka menjawabnya agak berbelit-belit. Yang pertama tanya kenapa, tersiram air panas. Tapi kalau ada keanehan di situ, mereka berdua sama-sama tersiram air panas,” ujar Heri.
Heri mengatakan Edi dan Budhi awalnya tidak mengaku luka itu karena cipratan air keras saat menyiram Andrie Yunus. Heri mengatakan Edi dan Budhi hanya menjawab siap salah.
“Kemudian, saya tanya tanya lebih dalam lagi, mereka hanya bilang siap salah, siap salah, akhirnya kami, udah saya tinggal saja. Saya perintahkan Kapten Suyanto untuk melanjutkan perawatan, kami kembali ke ruangan,” ujarnya.
Heri mengatakan dirinya meminta agar dilakukan pendalaman terhadap Edi dan Budhi. Hakim lalu mendalami kondisi luka Edi dan Budhi saat ditemui Heri.
“Apa yang Saudara lihat di badannya terdakwa I dan II? tanya hakim.
Baca Juga:Perdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan IranBagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?
“Secara visual itu terdakwa I dari muka sini, mukanya gosong,” jawab Heri.
“Muka kanan atau kiri?” tanya hakim.
“Kalau muka keseluruhan izin,” jawab Heri.
