MENTERI Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta seluruh lapisan masyarakat untuk bersabar dan menghormati proses investigasi yang sedang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi ini dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
“Mari kita sama-sama hormati proses tersebut dan tunggu hasil investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan,” ujar Dudy di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 4 Mei 2026.
Dudy menjelaskan bahwa KNKT tengah bekerja secara menyeluruh dan objektif dengan mengumpulkan fakta-fakta di lapangan serta melakukan analisis komprehensif.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Salah satu langkah krusial yang telah dilakukan adalah simulasi sistem persinyalan kereta api untuk memahami fungsi serta respons teknis saat insiden terjadi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen penuh untuk menjalankan setiap rekomendasi keselamatan yang dihasilkan dari proses ini.
Sejalan dengan proses investigasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan fokus utama saat ini adalah pemulihan operasional serta pendampingan maksimal bagi pelanggan dan keluarga yang terdampak. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan kehadiran perusahaan dalam setiap tahap penanganan pascainsiden.
“Saat ini fokus kami adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, mendampingi pelanggan dan keluarga (korban insiden Bekasi Timur), serta menjaga keselamatan ke depan,” kata Bobby.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI menyediakan layanan trauma healing melalui telemedicine maupun pendampingan langsung. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi call center di nomor 0812-9660-5747 atau mengunjungi Posko Informasi di Bekasi Timur yang tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026.
