SEJUMLAH fasilitas umum mulai dari pos polisi, videotron, hingga kios di Jalan Tamansari mengalami kerusakan akibat dibakar kelompok anarkistis pada Jumat (1/5/2026) malam. Selain melakukan perusakan, kelompok tersebut juga dilaporkan melakukan penyisiran (sweeping) terhadap para pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menyatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah orang buntut dari aksi anarkistis tersebut. “Ada (yang diamankan),” kata Rudi, Sabtu (2/5/2026).
Meski demikian, Rudi belum bisa membeberkan secara rinci mengenai jumlah total orang yang telah ditangkap oleh personel di lapangan.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Ya kami belum bisa memberikan detail siapa-siapa yang diamankan, barang bukti dan perbuatan lainnya. Tapi kami sudah berbekal, semuanya sudah mempunyai bekal. Kenapa orang-orang tersebut kami amankan dan nantinya akan kami lanjutkan dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan dan proses hukum pastinya,” ungkap Rudi.
Rudi menegaskan kelompok tersebut bukanlah bagian dari massa buruh. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa tidak ada agenda aksi buruh dalam peringatan May Day di Jawa Barat, lantaran massa buruh Jabar memilih bergabung dalam perayaan di Jakarta.
“Jadi tidak ada agenda (May Day di Jabar, khususnya di Bandung), ini sudah melanggar,” tegasnya.
Saat disinggung mengenai motif di balik aksi perusakan tersebut, Rudi menyebutkan hal itu masih dalam proses pendalaman oleh tim penyidik.
“Nah ini kita belum tahu nih, kira-kira tadi kami berdiskusi, ini berorasi enggak, membela perjuangan suatu kelompok buruh tidak, menyampaikan pendapat juga tidak, yang ada pengrusakan,” pungkasnya.
