Aksi Peringatan Hari Buruh: Aliansi Gerakan Buruh Bersama Tolak Gabung May Day Monas Bareng Prabowo

Aliansi Gerakan Buruh Bersama
Aliansi Gerakan Buruh Bersama
0 Komentar

ALIANSI Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak bakal menggelar aksi peringatan Hari Buruh di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta pada Jumat, 1 Mei 2026. Mereka yang menolak bergabung dalam perayaan May Day di Monumen Nasional bersama Presiden Prabowo Subianto ini membawakan sepuluh tuntutan.

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno mengatakan mendesak negara memberikan jaminan kepastian kerja kepada para buruh. Aliansi, kata dia, juga meminta sistem outsourcing dihapuskan.

Tuntutan perihal pengupahan yang layak juga dibawakan oleh Aliansi Gebrak. Sunarno menuturkan negara harus mereformasi sistem pengupahan dan menghilangkan disparitas upah buruh.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

“Berlakukan upah layak nasional yang adil dan bermartabat bagi kaum buruh,” ucapnya pada Kamis, 30 April 2026.

Dia mengatakan aliansi meminta negara membuat regulasi ketenagakerjaan yang pro terhadap buruh. Sunarno menyatakan proses penyusunan legislasi tersebut juga harus melibatkan serikat buruh.

Dia mengatakan, masalah ratifikasi Konvensi ILO 188 dan ILO 190 turut masuk dalam poin tuntutan di May Day 2026. Termasuk menuntut negara membuat aturan yang dapat menjamin serta melindungi buruh perempuan dan disabilitas.

“Kami juga menuntut agar pemutusan hubungan kerja dihentikan,” katanya.

Aliansi Gebrak meminta pemerintah memberikan kesejahteraan tak hanya kepada buruh, melainkan kepada guru, dosen, pekerja medis atau kesehatan, hingga pekerja platform. Isu perihal akses pendidikan dan kesehatan gratis turut dibawa dalam aksi May Day tahun ini.

Sunarno menegaskan, pola kepemimpinan pemerintahan PrabowoSubianto yang otoritarian juga mendapat perhatian di aksi Hari Buruh ini. Aliansi Gebrak, ujar dia, mendesak negara agar menegakkan supremasi sipil, menghentikan praktik militerisme, dan tidak mengkriminalisasi gerakan rakyat.

“Tuntutan lainnya, kami meminta agar negara menjalankan reforma agraria sejati. Hentikan penggusuran tanah rakyat. Hentikan perang,” ucapnya.

Aksi May Day 2026 juga dilakukan oleh Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau Aspirasi. Presiden Aspirasi Mirah Sumirat mengatakan perjuangan kelas pekerja Indonesia belum selesai.

Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi

Dia mengatakan negara harus hadir secara nyata untuk menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh buruh. Apalagi di tengah tantangan global, disrupsi teknik, dan ketidakpastian ekonomi.

0 Komentar