Dianggap Dukung Iran, Trump Hukum Inggris, Kepulauan Falkland Sengketa Terbaru

Kepulauan Falkland
Kepulauan Falkland
0 Komentar

“Ini gila,” katanya kepada media penyiaran. “Kemarin, Presiden Trump mengatakan bahwa kunjungan kenegaraan raja akan memperbaiki hubungan. Hari ini dia mengancam akan mengenakan tarif terhadap Inggris. Dan sekarang kita memiliki bocoran memo yang mengatakan bahwa dia mengancam kedaulatan Inggris di Falklands.”

Dia menambahkan bahwa dia yakin kunjungan Raja Charles ke AS minggu depan “harus dibatalkan”, dan mengatakan bahwa Trump “tidak bisa terus-menerus menghina negara kami”.

Sengketa antara Argentina dan Inggris atas Kepulauan Falkland merupakan salah satu konflik teritorial paling lama dan kompleks dalam sejarah modern. Persoalan ini tidak hanya menyangkut kedaulatan wilayah, tetapi juga menyentuh aspek sejarah, identitas nasional, hingga kepentingan geopolitik di kawasan Atlantik Selatan.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Kepulauan Falkland, yang oleh Argentina disebut Islas Malvinas, terletak sekitar 500 kilometer dari pantai Argentina. Inggris telah menguasai wilayah ini sejak tahun 1833, namun Argentina mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan bagian sah dari teritorinya yang diwariskan dari kekuasaan kolonial Spanyol.

Ketegangan memuncak pada tahun 1982 ketika terjadi Perang Falkland. Konflik bersenjata ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan setelah Argentina mengirim pasukan untuk merebut kepulauan tersebut. Inggris merespons dengan operasi militer besar-besaran dan akhirnya berhasil merebut kembali kendali atas Falkland. Perang ini menewaskan ratusan tentara dari kedua belah pihak dan meninggalkan luka mendalam dalam hubungan bilateral.

Sejak saat itu, Falkland tetap berada di bawah administrasi Inggris. Namun Argentina tidak pernah menghentikan klaimnya. Pemerintah Argentina secara konsisten membawa isu ini ke forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyerukan dialog bilateral untuk menyelesaikan sengketa secara damai.

Di sisi lain, Inggris berpegang pada prinsip penentuan nasib sendiri. Dalam referendum tahun 2013, mayoritas besar penduduk Falkland memilih untuk tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris. London menjadikan hasil ini sebagai legitimasi kuat atas kedaulatannya.

Meski konflik bersenjata tidak kembali terjadi, ketegangan diplomatik sesekali mengemuka, terutama terkait eksplorasi sumber daya alam seperti minyak dan gas di sekitar kepulauan. Kawasan ini juga memiliki nilai strategis penting, baik dari segi militer maupun ekonomi.

0 Komentar