LAPORAN soal 26 kapal Iran yang berhasil menembus blokade Amerika Serikat membuat markas pusat Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon meradang. Mereka mencoba menyangkal laporan dari konsultan intelijen maritim ternama Inggris, Lloyd’s List tersebut.
Perusahaan yang berbasis di London, yang menawarkan layanan intelijen kepada perusahaan pelayaran, merilis laporan pada Senin yang mengatakan 26 kapal, termasuk setidaknya 11 kapal tanker minyak dan gas yang sarat dengan kargo Iran, “melewati garis blokade sejak AS menghentikan lalu lintas ke dan dari pelabuhan Iran pada 13 April.”
Lloyd’s List, sebuah perusahaan analisis maritim global berusia 292 tahun, mengatakan temuannya dikonfirmasi menggunakan data pelacakan satelit, analisis canggih, dan intelijen manusia di lapangan.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
“Hampir setengah dari 26 kapal tanker melewati blokade sebelum AS memperluas ketentuannya untuk memasukkan minyak mentah dan produk Iran ke dalam kategori ‘selundupan’. Namun 12 kapal armada bayangan melanggar blokade AS setelah ketentuan tersebut diperluas pada 16 April,” katanya dalam pengarahan yang dikirim ke media.
Pentagon pada Selasa mencoba membantah laporan Lloyd’s List tersebut. Juru bicara Pentagon Sean Parnell membantah penerobosan tersebut dalam postingan media sosial. “Pertama-tama, laporan ini salah,” kata Parnell.
The Wall Street Journal melaporkan pada hari Selasa bahwa lebih dari dua lusin kapal terkait Iran yang membawa minyak dan gas telah menghindari blokade AS, mengutip Lloyd’s List dan pialang pengiriman.
Broker di Athena mengatakan kepada Journal bahwa kapal kargo umum milik Yunani bernama Basel meninggalkan pelabuhan Bandar Imam Khomeini di Iran pada Rabu lalu dan melewati blokade AS pada Jumat.
“Kami berpegang pada kebenaran kecerdasan kami,” kata juru bicara Lloyd’s List kepada The Hill sebagai tanggapan atas postingan Parnell.
Komando Pusat AS mengatakan pada hari Selasa bahwa pasukan AS telah mengarahkan 28 kapal untuk berbalik atau kembali ke pelabuhan sejak blokade diberlakukan. Ketika dimintai komentar mengenai laporan Lloyd’s List, seorang pejabat Pentagon hanya mengatakan bahwa laporan tersebut “salah.”
