Amerika Serikat-Iran Kembali Tegang, Kapal Kargo Ditembaki di Selat Hormuz

Pasukan AS berpatroli di dekat kapal kargo berbendera Iran M/V Touska setelah kapal tersebut dinaiki dan disit
Pasukan AS berpatroli di dekat kapal kargo berbendera Iran M/V Touska setelah kapal tersebut dinaiki dan disita oleh pasukan AS pada Minggu (19/4/2026), di lokasi yang disebutkan sebagai Laut Arab. (Foto: US Central Command via X via X)
0 Komentar

KETEGANGAN di Selat Hormuz kembali memuncak setelah sebuah kapal kargo dilaporkan ditembaki di dekat pantai Iran, Rabu (22/4) pagi. Insiden ini menjadi yang kedua dalam hitungan jam, memicu kekhawatiran serius terhadap keamanan jalur pelayaran global.

Laporan UK Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebutkan, kapal tersebut diserang saat hendak meninggalkan wilayah itu sekitar pukul 06.38 waktu setempat. Lokasinya berada sekitar 8 mil laut di barat pantai Iran.

Meski ditembaki, kapal dilaporkan berhasil berhenti dalam kondisi aman. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang terdeteksi.

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Beberapa jam sebelumnya, insiden lain juga terjadi. Kapal komersial di sekitar 15 mil laut timur laut Oman dilaporkan didekati kapal perang yang diduga terkait Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Sejak akhir Februari, situasi di kawasan ini memang terus memburuk. UKMTO mencatat total 35 insiden, dengan 22 di antaranya berupa serangan dan sisanya aktivitas mencurigakan.

Lonjakan ketegangan ini tak lepas dari konflik Iran dan Amerika Serikat yang kembali memanas sejak akhir Februari. Meski sempat ada gencatan senjata dan pembicaraan langsung di Pakistan, upaya diplomatik tersebut gagal menghasilkan kesepakatan.

Situasi makin dinamis setelah Iran sempat mencabut kontrol Selat Hormuz sebelum akhirnya memberlakukannya kembali. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump baru saja memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.

Namun, insiden terbaru ini menegaskan satu hal: Selat Hormuz masih jauh dari kata aman.

0 Komentar