KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan telah membongkar sejumlah sel tentara bayaran bersenjata di beberapa provinsi di Iran. Kelompok-kelompok tersebut disebut memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat, Israel, dan Inggris.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (18/4) waktu setempat, organisasi intelijen IRGC menyebutkan bahwa operasi dilakukan di Provinsi Azerbaijan Timur, Kerman, dan Mazandaran. Mereka menyebut kelompok-kelompok tersebut terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari jaringan komunikasi ilegal, penyelundupan, hingga spionase dan upaya menciptakan kerusuhan sosial.
Menurut IRGC, aktivitas itu merupakan bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selain itu, kelompok tersebut juga disebut berupaya mengganggu stabilitas ekonomi melalui penyebaran rumor serta manipulasi pasar.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Di Provinsi Azerbaijan Timur, aparat intelijen dilaporkan menangkap tujuh orang yang diduga terkait kelompok monarki yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh otoritas Iran. Para tersangka disebut tidak hanya terlibat dalam aksi sabotase, tetapi juga mengirimkan koordinat lokasi sensitif kepada pihak yang disebut sebagai pemimpin mereka.
Sementara itu, di Mazandaran, IRGC mengklaim telah menangkap 69 orang yang dituduh memiliki hubungan dengan Israel dan terlibat dalam aktivitas antipemerintah. Dalam operasi tersebut, aparat juga menyita sejumlah senjata api, senjata tajam, serta perangkat komunikasi dari lokasi persembunyian para tersangka.
Operasi serupa juga dilakukan di Provinsi Kerman, di mana IRGC menyatakan telah menangkap 51 orang dalam sebuah operasi terkoordinasi. Para individu tersebut disebut terdiri dari elemen utama jaringan, mata-mata, hingga agen media yang diduga terafiliasi dengan jaringan internasional.
Menurut keterangan IRGC, sebagian besar dari mereka memiliki hubungan langsung dengan pihak asing dan berupaya merekrut serta mengorganisasi individu lain untuk menciptakan ketidakstabilan di wilayah tersebut.
Pernyataan ini juga menegaskan bahwa sejak meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, aparat keamanan Iran telah menahan ratusan orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan spionase asing dan kelompok bersenjata yang didukung dari luar negeri.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat, Israel, maupun Inggris terkait klaim yang disampaikan oleh Iran tersebut.
