WAKIL Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan dirinya pernah menolak ajakan pertemuan dari Rismon Sianipar hingga Roy Suryo. JK menegaskan sikap itu diambil demi menjaga netralitas di tengah polemik soal ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu disampaikan JK dalam konferensi pers di kediamannya di kawasan Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). JK menjelaskan, ia tidak ingin terseret dalam pusaran isu yang tengah ramai diperbincangkan.
“Saya tidak mau campur ini urusan. Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang, saya tidak terima,” kata JK.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
JK menyebut permintaan pertemuan tersebut sempat disampaikan melalui perantara. Namun, ia secara tegas menolaknya karena ingin tetap berada di posisi netral.
“Ada yang minta waktu, Saya tolak. Roy Suryo mau ketemu saya, saya tolak. Demi saya mau netral,” ujarnya.
Diketahui, beberapa waktu lalu JK sempat menyarankan agar polemik ijazah Jokowi yang sudah lama beredar di publik disudahi dengan cara sederhana yaitu ditunjukkan saja ke publik.
Menurutnya, Ia yakin ijazah Jokowi asli dan pernyataannya hanya nasihat sebagai senior, bukan serangan terhadap Jokowi. Ia mengatakan, hal itu bertujuan agar tidak ada lagi perdebatan berkepanjangan di masyarakat.
“Sudahlah Pak Jokowi, sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Itu saja. Timbul lagi, sensitif sekali itu ijazah. Kenapa sih? Dan saya yakin itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat berkelahi sendiri, saling memaki masyarakat dua tahun. Ini yang saya ingin kasih tahu sama Anda,” imbuhnya.
