PERGERAKAN kapal di Selat Hormuz sempat kembali hidup meski hanya sesaat. Data pelacakan maritim mencatat sedikitnya 8 kapal tanker minyak dan gas berhasil melintasi jalur vital tersebut pada Sabtu (18/4).
Iran sempat melakukan pembukaan sementara namun kemudian kembali menutup Selat Hormuz lantaran AS masih bersikeras melakukan blokade.
Berdasarkan data Kpler, kapal yang melintas terdiri atas satu tanker minyak mentah, empat pengangkut gas petroleum cair, dua kapal minyak dan kimia, serta satu kapal produk minyak. Mereka bergerak tak lama setelah pengumuman pembukaan yang disampaikan Teheran pada Jumat.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Selat Hormuz selama ini menjadi urat nadi perdagangan energi global, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melintas di jalur itu dalam kondisi normal.
Namun, sejak konflik pecah pada 28 Februari akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, lalu lintas di kawasan tersebut nyaris terhenti.
Platform pelacakan MarineTraffic menunjukkan sejumlah kapal tanker lain sempat mendekati selat tetapi kemudian berbalik arah di sekitar Pulau Larak selaku titik pemeriksaan bagi kapal yang hendak keluar dari Teluk di bawah pengawasan Iran.
Situasi kembali berubah cepat. Komando militer Iran kemudian menarik kembali keputusan pembukaan dan menyatakan akan memberlakukan pengawasan ketat terhadap Selat Hormuz sebagai respons atas blokade tandingan dari angkatan laut Amerika Serikat.
Penutupan yang berulang ini telah menahan ratusan kapal di dalam Teluk dan mendorong kenaikan harga minyak serta biaya logistik global. Banyak nakhoda memilih menahan pergerakan kapal karena khawatir terhadap ancaman serangan maupun ranjau laut.
Beberapa kapal yang berhasil melintas tercatat berada dalam daftar sanksi Amerika Serikat. Sementara itu, sejumlah kapal lain menyiarkan tujuan pelayaran yang terhubung dengan India atau Tiongkok sebagai sinyal netralitas di tengah konflik.
Selain kapal tanker, beberapa kapal kargo juga terdeteksi berada di jalur tersebut, termasuk kapal kontainer milik perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM.
Baca Juga:Bagaimana Jika Iran Potong Serat Optik di Selat Hormuz?Komdigi Tunda Akses Anak di Bawah Usia 16 Tahun ke Sejumlah Platform Digital Berisiko Tinggi
Kapal pesiar Celestyal Discovery turut dilaporkan menjadi kapal penumpang pertama yang melintasi Selat Hormuz sejak konflik dimulai. Kapal itu bergerak menyusuri pesisir Oman setelah sebelumnya tertahan hampir satu setengah bulan di Uni Emirat Arab.
