Sejumlah Fakta Pangkalan Udara Bawah Tanah Oghab 44 Iran

Fasilitas Militer Iran yang diyakini sebagai Oghab 44(Sosial media X)
Fasilitas Militer Iran yang diyakini sebagai Oghab 44(Sosial media X)
0 Komentar

MILITER Iran telah secara signifikan meningkatkan postur pertahanan strategisnya melalui pengembangan dan pengoperasian pangkalan udara bawah tanah Oghab 44, sebuah fasilitas yang dirancang untuk melindungi aset-aset udara terpentingnya dari serangan presisi.

Sebuah Kota di Bawah Batu

Pada Februari 2023, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel, media pemerintah Iran merilis sebuah video propaganda yang diproduksi dengan apik dan mengejutkan para analis pertahanan Barat. Video tersebut memperlihatkan seorang reporter yang menjelajah jauh ke dalam Pegunungan Zagros, melewati pintu anti-ledakan raksasa untuk mengungkap Oghab 44 (Elang 44).

Berbeda dengan “kota rudal” sebelumnya yang hanya berupa silo penyimpanan, ini adalah pangkalan udara taktis yang berfungsi penuh dan terkubur ratusan meter di bawah tanah. Pangkalan tersebut memiliki depot bahan bakar, pusat komando, hanggar pemeliharaan, dan yang paling penting, jet tempur yang melaju melalui terowongan, siap untuk lepas landas.

Lokasi: Tersembunyi di Tempat Terbuka

Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran

Meskipun Teheran merahasiakan lokasi pastinya Oghab 44 sebagai rahasia negara, para analis intelijen sumber terbuka (OSINT) dengan cepat berhasil menentukan lokasi pangkalan tersebut di provinsi Hormozgan, sekitar 120 km barat laut Bandar Abbas. Lokasinya sangat strategis: dibangun di atas batu karang yang kokoh, pangkalan ini terletak cukup dekat dengan Selat Hormuz untuk melancarkan serangan terhadap kapal perang AS, namun cukup jauh ke pedalaman sehingga terlindung oleh lapisan granit alami dan baterai pertahanan udara.

Strategi: “Peti Mati” vs. “Kastil”

Logika strategis Oghab 44 atau Eagle 44 sederhana: Kemampuan bertahan hidup. Iran menyadari bahwa Angkatan Udara Iran (IRIAF), yang terdiri dari pesawat-pesawat Amerika F-14 Tomcat dan F-4 Phantom yang sudah tua, tidak akan mampu bertahan dalam pertempuran udara langsung melawan F-35 AS.

Alih-alih membiarkannya di landasan pacu terbuka untuk dihancurkan pada jam pertama perang (seperti angkatan udara Saddam pada tahun 1991), Iran menyembunyikannya. Pangkalan tersebut memungkinkan jet-jet tersebut diisi bahan bakar, dipersenjatai ulang dengan rudal jelajah jarak jauh Asef, dan diluncurkan dari pintu keluar bawah tanah untuk melancarkan “serangan balasan” setelah gelombang serangan awal musuh berlalu.

0 Komentar