SEBUAH kapal tanker raksasa (supertanker) milik Iran diklaim berhasil menembus blokade maritim Amerika Serikat dan memasuki perairan Teheran usai melintasi Selat Hormuz, Rabu (14/4).
Kapal yang mengangkut dua juta barel minyak mentah tersebut tetap mengaktifkan sistem pelacakan tanpa upaya penyamaran, menantang pernyataan Komando Pusat AS (CENTCOM) yang sebelumnya mengeklaim telah menghentikan seluruh perdagangan maritim menuju dan dari Iran pasca-kegagalan negosiasi di Pakistan.
Laporan kantor berita Fars News Agency pada Rabu (14/4) menyebutkan bahwa supertanker tersebut mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah. Kapal itu disebut berlayar melalui perairan internasional dan Selat Hormuz dengan sistem pelacakan tetap aktif tanpa upaya penyamaran.
Baca Juga:Saad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik IranPerdana Menteri Thailand Instruksikan PNS Hemat Energi di Tengah Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran
Hingga saat ini, belum ada komentar resmi dari otoritas Amerika Serikat terkait klaim tersebut.
Klaim Blokade oleh Militer AS
Sebelumnya, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan AS telah “sepenuhnya menghentikan” perdagangan maritim menuju dan dari Iran.
CENTCOM menegaskan bahwa kebijakan blokade itu diberlakukan terhadap semua kapal dari negara mana pun yang melintas di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman.
Namun, Komandan CENTCOM, Brad Cooper, menyatakan bahwa pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran.
Ketegangan Meningkat Usai Negosiasi GagalLangkah blokade tersebut dilakukan setelah negosiasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan pada akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan.
Perundingan itu bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari, namun tidak membuahkan hasil, sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan. (Ant/I-1)
